Berita Terbaru


FOLLOW US :
HNW: Koalisi PKS-Gerindra Bisa Deklarasi Pekan Ini

HNW: Koalisi PKS-Gerindra Bisa Deklarasi Pekan Ini


Justice Politik - Jakarta - Wacana koalisi Partai Gerindra dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengalami kemajuan. Menurut tim loby PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), koalisi tersebut bisa dideklarasikan dalam sepekan ke depan.

Dikatakan, secara prinsip koalisi PKS-Gerindra yang telah mencalonkan Prabowo Subianto sebagai presidennya. PKS sudah merespon ajakan formal untuk berkoalisi yang disampaikan secara resmi kepada Majelis Syuro PKS.

"Tim sudah dibentuk, sudah ketemu, visi sudah disampaikan. Tinggal beberapa rincian tentang penyelenggaraan bernegara yang akan dibahas bersama. Kita berharap, bila semua oke, dalam minggu ini bisa dideklarasi," kata Hidayat Nur Wahid di Ruang Fraksi PKS DPR RI, seperti dilansir Jpnn.com, Rabu (7/05/2014).

Ketua Fraksi PKS DPR RI itu, partainya sudah menyampaikan pemerintahan ke depan harus memberikan jaminan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), penegakan hukum dan kebebasan beragama. "Jadi perkembangannya positif seperti kemarin disampaikan Pak Fadli Zon (waketum Gerindra). Kami 99 persen setuju," jelas Hidayat.


|Jpnn.com
Puluhan Kerbau Mati Mendadak

Puluhan Kerbau Mati Mendadak


Justice Aceh - Singkil - Kerbau milik warga Cingkam, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, mati mendadak. Hingga kini, penyebab kematian kerbau yang dibiarkan lepas tanpa kandang tersebut, masih misterius.

Berita dari aceh.tribunnews.com, Sabtu (26/4/2014). Menurut warga, peristiwa itu mirip seperti yang terjadi tahun 2005 silam. Kala itu hampir seluruh kerbau di sana mati mendadak.

Zirin Capah, warga Cingkam, Jumat (25/4/2014) mengatakan, dua ekor kerbau milik orang tuannya mati mendadak. Anehnya, sebelumnya tidak ada tanda-tanda gejala sakit apapun.

"Punya orang tua saya dua mati mendadak. Punya saudara dan tetangga ada juga, kalau ditotal dalam sebulan ini mungkin ada 30 ekor yang mati," kata Zirin.

Menurut Zirin, kematian kerbau secara mendadak paling banyak terjadi dalam pekan ini. Bangkai kerbau yang mati dihanyutkan ke sungai (lae) Soraya yang mengalir di dekat Desa Cingkam.

"Tahun 2005 kerbau banyak mati mirip seperti sekarang. Sejak 2006 orang tua kami kembali memelihara, ternyata diserang penyakit hampir sama mati mendadak," ujarnya.


Sumber :
IRT Tewas Disambar Petir Di Kebun Sayuran

IRT Tewas Disambar Petir Di Kebun Sayuran

Justice Aceh - Blang Pidie - Ny Murni (47), warga Desa Kuala Teureubu, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dilaporkan meninggal dunia, setelah disambar petir ketika bekerja di kebun sayur-sayuran, Selasa (6/5/2014) sore. Korban diperkirakan menghembus napas terakhir dalam perjalanan menuju Ruang IGD Puskesmas Kuala Batee.

Informasi diperoleh aceh.tribunnews.com, Selasa (6/5/2014 ) malam, dari Sekretaris Desa Kuala Teureubu, Marhaban, bahwa Ibu rumah tangga yang sehari-hari membuat tempe itu berangkat ke kebun ditemani salah seorang anak gadisnya, Karmila (18).

Menurut keterangan sekitar satu jam berada di kebun, tidak lama kemudian turun hujan gerimis disertai petir. Tiba-tiba kilatan petir dengan suara besar menyambar tubuh Ny Murni. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kuala Batee.

Dalam pemeriksaan petugas medis di Ruang IGD Puskesmas Kuala Batee, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Jenazah korban di bawa pulang ke rumah duka, disambut isak tangis anggota keluarga.


PDIP Sindir 'Koalisi Helikopter' Prabowo-Ical

PDIP Sindir 'Koalisi Helikopter' Prabowo-Ical


Justice Politik-Jakarta - Penjajakan 'Koalisi Helikopter' ala capres Partai Golkar Aburizal Bakrie dan capres Partai Gerindra Prabowo Subianto disindir oleh PDIP. 

"Rakyat jelata lihat pemimpinnya naik helikopter, naik kuda mahal cuma bisa geleng-geleng kepala saja melihatnya," kata politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno,Seperti dilansir detik.com, Senin (5/5/2014).

Namun Hendrawan tetap mencoba maklum. Hal itu bisa dianggap wajar karena kedua capres itu mempunyai modal besar.

"Memang Pak Ical kan orang kaya, Prabowo orang kaya. Jokowi kita semua tahu, muncul dari kawah kerakyatan," ujar anggota Komisi VI DPR ini.

Menurut Hendrawan, capres PDIP Joko Widodo kurang cocok dengan gaya hidup seperti itu. Jokowi lebih pas dengan gaya Marhaenisme. 

"Jokowi pantesnya pakai blangkon sama sarung. Marhaenis, itu kan ideologi PDIP," ucapnya.

Prabowo Subianto punya helikopter khusus untuk bertolak ke Jakarta atau pulang ke kediamannya nan asri di Bojong Koneng, Hambalang. Warna helikopter Prabowo berwarna khas Gerindra. Siang ini sekitar pukul 10.30 WIB, Senin (5/5/2014), helikopter tersebut dipakai oleh adik Prabowo Hashim Djojohadikusumo dan seluruh jajaran Gerindra yang merapat ke 'istana'.

Dua jam kemudian, sekitar pukul 12.30 WIB giliran Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie (Ical) didampingi sejumlah elite Golkar tiba di helipad Prabowo Subianto. Ical langsung disambut oleh Prabowo yang mengenakan topi koboi. Keduanya juga kompak memakai kemeja putih.
KPU Perpanjang Masa Rekap Suara

KPU Perpanjang Masa Rekap Suara

Justice Politic - Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, mengubah Peraturan KPU nomor 21 tahun 2013 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014, untuk memperpanjang jadwal rekapitulasi nasional. Dari jadwal semula 6 Mei menjadi 9 Mei 2014.

Seperti yang dikutip dari aceh.tribunnews.com, Selasa (6/5/2014). Komisioner KPU, Ida Budhiati, menjelaskan perubahan PKPU menanggapi situasi terakhir rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara partai politik, calon anggota DPD dan DPD dari 33 provinsi, baru 12 provinsi saja. Sisanya 13 provinsi dipending, dan tujuh belum dipresentasikan. Satu yakni Sulsel memasuki pembahasan.

“KPU sudah menempuh kebijakan merubah PKPU. Hari ini, kami sudah sampaikan ke Kementerian Hukum dan HAM. Rekapitulasi dan penetapan dilakukan sampai tanggal 9 Mei,” kata Ida kepada wartawan saat jeda rapat pleno terbuka di kantor KPU, Jakarta, Senin (5/5/2014).

KPK : Kesaksian Sri Mulyani Penting Untuk Bahan Surat Tuntutan Jaksa


Justice Regional - Jakarta - Mantan Menkeu, Sri Mulyani telah memberikan kesaksiannya dalam sidang kasus Bank Century dengan terdakwa Budi Mulya. Menurut pihak KPK, kesaksian bos bank dunia itu menjadi bagian penting untuk melengkapi 'puzzle' dalam penyusunan tuntutan untuk Budi Mulya. 

"Nanti dirumuskan di dalam tuntutan, Bu Mulyani mungkin bisa melengkapi semua keterangan-keterangan saksi," ujar Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto di Djakarta Teater, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, seperti dilansir detik.com Jumat (2/5/2014). 

Menurut Bambang, Sri Mulyani lebih banyak tahu soal proses Bailout Bank Century. Sementara untuk urusan FPJP, Sri Mulyani kurang memahami karena tidak mengikuti prosesnya, karena FPJP prosesnya ada di BI. 

"Bu Sri Mulyani tidak bisa menjelaskan soal FPJP, dia lebih banyak di bailout," jelas Bambang. 

"Menurut keterangan beberapa saksi kan proses di BI kan ternyata bisa dibuktikan ada cukup banyak soal dalam proses penentuan," imbuhnya.

Sementara itu, Jumat minggu depan, jaksa penuntut KPK mengagendakan menghadirkan Wapres Boediono sebagai saksi. Surat pemanggilan untuk Boediono pun sudah ditanda tangani pimpinan KPK.

"Setahu saya suratnya (pemanggilan Boediono) sudah ditanda tangani, sepertinya sudah dikirim juga," tutur Bambang.
Jadi Saksi Terdakwa Century, Sri Mulyani Dihadiahi Bunga Mawar

Jadi Saksi Terdakwa Century, Sri Mulyani Dihadiahi Bunga Mawar

Justice - Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (2/5). Mereka datang untuk memberikan bunga kepada mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Seperti dilansir Jpnn.com, Jumat (2/05/2014) Sri Mulyani datang karena menjadi saksi dalam persidangan terdakwa kasus dugaan pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik Budi Mulya 

"Mau ngasih bunga," kata Eren di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (2/5). Ia nampak mengenakan baju putih dipadu dengan rok panjang hitam. 

Berdasarkan pantauan, salah satu dari empat orang yang menunggu di ruang sidang tampak memegang seikat bunga mawar merah. Sementara puluhan orang lainnya menunggu di lobi Pengadilan Tipikor. 

Sri Mulyani sebelum bersaksi dalam persidangan tidak memberikan komentar apapun. Ia hanya melemparkan senyuman kepada wartawan. Saat ini, jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi tengah mencecar Sri Mulyani mengenai kasus Bank Century.
Hakim Minta KPK Kawal Ketat Anggoro Di RS Agar Tak Kabur Lagi

Hakim Minta KPK Kawal Ketat Anggoro Di RS Agar Tak Kabur Lagi



Justice National - Jakarta - Terdakwa kasus korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kemenhut, Anggoro Widjojo, mengeluh sakit dan minta dirawat di rumah sakit. Khawatir Anggoro akan kabur lagi, hakim meminta agar KPK menyiapkan pengawalan ketat untuk mantan bos PT Masaro Radiokom itu.

"Izin sudah kami siapkan, bisa diambil hari ini. Kemudian izin rawat inap, kami minta lampiran atau surat keterangan dari KPK terkait kesanggupan untuk mengamankan terdakwa. Kita tahu terdakwa pernah tidak di Indonesia sekian tahun lamanya," ujar hakim ketua, Nani Indrawati dalam persidangan di pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (5/5/2014).

Seperti yang diberitkan News.detik.com, Senin (5/5/2014). Anggoro Widjojo pernah menjadi buronan KPK lebih dari tiga tahun. Anggoro kabur sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. "Mohon hal itu diperhatikan," tegas Nani.

Persidangan untuk pemeriksaan saksi akhirnya harus ditunda hari Rabu (7/5). Anggoro meminta izin rawat dan izin agar bisa dijenguk keluarga.

"Izin rawat inap dan persyaratan lengkap dari dokter sudah kami sampaikan ke jaksa penuntut umum KPK dan izin tambahan pengunjung untuk terdakwa," kata pengacara Anggoro, Tito Hananta.